Menjadi pribadi yang tawakkal bukanlah hal yang mudah. tawakkal adalah bekerja, berusaha, beramal, bergerak, tidak diam, terus belajar meskipun aral melintang, meskipun banyak sekali rintangan. Berusaha, bergerak, belajar tidak cukup tanpa doa. Kenapa doa? karena kita punya Allah tempat kita bernaung, tempat kita memohon segala apa yang kita harapkan. Setelah bekerja, berusaha, bergerak dan berdoa, lalu apa yang harus dilakukan?. Serahkan semua yang kau usahakan pada Sang Khalik, Allah SWT.
Sudah sifat dasar manusia, bahwa manusia adalah makhluk yang memiliki akal, memiliki potensi untuk melakukan segala aktifitas. Lalu mengapakah manusia diam, manusia pasrah tanpa melalukan usaha. jika hal itu dilakukan, maka hal ini berarti meyalahi kodrat manusia yang diberi potensi lebih dari pada makhluk lain dimuka bumi ini.
Apakah usaha manusia bahkan umat Islam yang sudah bekerja,berusaha demi penghidupan didunia ini, ditambah dengan doanya kepada Illahi Rabbi, tidak akan mendapat balasan? Maka suatu kesalahan besarlah bagi mereka yang beranggapan bahwa usaha di dunia ini hanya akan dibalas di dunia. Apa yang kitya usahan di dunia dengan penuh keikhlasan yang diniatkan untuk ibadah, maka InsyaAllah Allah tidak tidur. Allah mendengar hambanya yang berusaha dan berdoa. Dan bagi siapa yang sudah memasrahkannya pada kehendak Nya.
Tunggulah dan yakinlah balasan itu akan jauh lebih besar.
Sebaliknya, janganlah menjadi manusia yang pasrah pada keadaan. Manusia yang demikian benar-benar sudah menzalimi dirinya sendiri. potensi akal dan kesehatan fisik adalah lebih dari cukup untuk mengubah dunia ini. Mulailah dari mengubah diri-sendiri. Maka dunia akan kou genggam dan akhirat sudah didepan mata.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar